Ahli Paparkan Pentingnya Peran Forensik dalam Penegakan Hukum

By Redaksi 22 Jul 2022, 14:45:29 WIB Nasional
Ahli Paparkan Pentingnya Peran Forensik dalam Penegakan Hukum

Jakarta - Spesialis Forensik dan Medikolegal Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto menjelaskan pentingnya peran forensik forensik dalam proses penegakan hukum di Indonesia. 

"Ilmu kedokteran forensik merupakan suatu cabang spesialis dari ilmu kedokteran, dari awal mula penyidikan hingga proses pidana, forensik pasti berperan karena kami merupakan sahabat pengadilan/amicus curiae," kata Agus, Jakarta, Kamis 21 Juli 2022.

Dalam penegakan hukum, Agus memeriksa, tugas pemeriksaan yakni membantu penyidikan untuk korban baik luka maupun kesehatan yang berkaitan dengan tindak pidana.

"Metodologi pada prinsipnya kita menjalankan suatu tugas prosedur ilmiah, kita akan mengolah fakta sampai memproduksi satu alat bukti untuk nantinya menjadi bukti yang akan disampaikan dipengadilan," ujar Agus.

Sehingga, menurut Agus, pada prinsipnya prosedur ilmu kedokteran forensik di Indonesia dan diberbagai negara itu hampir sama karena proses ilmiah itu sama. Dalam hal ini, pembedanya untuk di Indonesia, tidak melakukan terapi, tidak mengobati.

"Setelah penyebab penyakit kami menyimpulkan/ membuat deskripsi terkait luka, penyakit atau kematian," ucap Agus.

Ia mencontohkan, seperti terjadinya peristiwa bencana atau kecelakaan pada umumnya sudah mengetahui penyebabnya. Dalam hal ini, tim forensik untuk identifikasi karena sebelumnya tidak mengetahui siapa korban itu.

"Tindak pidana itu gelap, dengan adanya kami, kami membantu membuat suatu perkara, kami akan membantu penyidikan dan melaporkan, membuat surat-surat dan juga pada akhirnya memberi kontribusi kepada hakim untuk memutuskan," kata Agus.

Dalam ilmu forensik, Agus menyatakan, semakin kondisi jasad dalam keadaan baik, maka hasilnya semakin maksimal. Sebaliknya, jika kondisi tubuh terbakar atau tidak dalam keadaan baik, maka nilainya akan berkurang.

Disisi lain, dalam sistematika visum itu meminta bantuan kepada ahli forensik dari keahlian untuk mengetahui kasus ini terjadi atau tidak. Berdasarkan data dari penyelidikan mereka akan memerintahkan untuk forensik, jika masih hidup maka akan dicek lukanya jika sudah meninggal maka akan melalui proses otopsi.

Autopsi ulang membuktikan suatu pembuktian akhir untuk memastikan suatu sebab kematian, jadi dilakukan berdasarkan masalah hukumnya, dan bisa dilakukan tapi nilai dari hasil otopsi tersebut akan berkurang. Idealnya untuk menyelesaikan suatu kasus kasus itu jelas seperti pembunuhan yang digorok lehernya, itu langsung bisa kita membuat suatu kesimpulan. Visum itu dibuat berdasarkan sumpah, jadi kami menggunakan hati nurani kita, untuk memberikan hasil yang terbaik sesuai dengan aliansi Indonesia," tutup Agus.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 2 Komentar untuk Berita Ini

+ Indexs Artikel

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Pilihan

Berita Populer

View all comments

Write a comment