Hesti Haris Ajak Generasi Muda Melek Finansial: Investasi Cerdas, Tolak Keuangan Ilegal

Selasa, 14 April 2026 | 14:55:00 WIB

Gemilangpos.com, Jamb - Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026, Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, SE., (Hesti Haris) menggelar kegiatan Edukasi Keuangan bagi Generasi Muda dan Komunitas dengan tema “Investasi Cerdas dan Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal”. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Provinsi Jambi, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa (14/04/2026).

Ketua TP-PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, SE, dalam sambutan dan arahannya menegaskan bahwa persoalan pinjaman online (pinjol) dan investasi ilegal bukan lagi isu yang jauh dari kehidupan masyarakat, melainkan telah nyata terjadi di lingkungan sekitar.

Ia mengungkapkan keprihatinannya atas banyaknya kasus masyarakat yang terjebak dalam lingkaran utang akibat kemudahan akses pinjaman digital. Menurutnya, kemudahan fasilitas di awal justru berubah menjadi tekanan yang mencekik di kemudian hari.

“Awalnya terlihat manis dan mudah, tetapi ketika jatuh tempo, tekanan itu luar biasa. Banyak yang akhirnya terpaksa menutup satu pinjaman dengan pinjaman lain, hingga terjebak dalam lingkaran utang yang sulit keluar. Ini sudah terjadi di sekitar kita,” tegasnya.

Hesti Haris menyampaikan bahwa korban tidak hanya berasal dari kalangan ibu rumah tangga, tetapi juga generasi muda yang aktif menggunakan teknologi dan media sosial. Ia menilai literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak di tengah maraknya promosi investasi dan tawaran keuntungan instan di berbagai platform digital.

Sebagai organisasi yang bersentuhan langsung dengan keluarga dan komunitas, TP-PKK merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan edukasi yang tepat dengan menggandeng lembaga yang kompeten.

“Kami ingin masyarakat Jambi benar-benar paham bagaimana mengelola keuangan, bagaimana berinvestasi secara aman, dan bagaimana mengenali aktivitas keuangan ilegal. Karena itu, kami hadirkan ahlinya,” ujarnya.

Ia juga mengajak para ketua komunitas dan peserta yang hadir untuk menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing, agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti di forum tersebut, tetapi menyebar luas ke masyarakat.

Sementara itu, Deputi OJK Provinsi Jambi, Septarini Geminastitie, dalam paparannya menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat di era digital. Ia menjelaskan bahwa saat ini hampir seluruh transaksi keuangan dapat dilakukan melalui telepon genggam, sehingga kemudahan tersebut harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai.

“Ibu-ibu dan bapak-bapak sekarang lebih sering membawa handphone daripada dompet. Semua transaksi ada di dalam genggaman. Tetapi kemudahan ini juga membawa risiko jika kita tidak memahami produk dan jasa keuangan yang digunakan,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan data survei, tingkat inklusi keuangan masyarakat lebih tinggi dibandingkan tingkat literasi keuangan. Artinya, banyak masyarakat yang sudah memiliki produk keuangan, namun belum sepenuhnya memahami manfaat, risiko, serta cara penggunaannya secara tepat.

“Banyak yang memiliki produk keuangan karena ikut-ikutan atau tergiur promosi, tanpa benar-benar memahami apa itu saham, investasi, atau pinjaman digital. Di sinilah pentingnya edukasi, agar masyarakat tidak mudah terjebak investasi bodong, kerja paruh waktu palsu, maupun pinjaman online ilegal,” ungkapnya.

OJK, lanjutnya, terus berkomitmen melakukan edukasi dan pengawasan, serta mengajak masyarakat untuk selalu memastikan legalitas lembaga jasa keuangan sebelum menggunakan produknya.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setda Provinsi Jambi, Muktamar Hamdi, M.M., menyampaikan apresiasi atas inisiatif TP-PKK Provinsi Jambi dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui edukasi keuangan.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada kebijakan makro, tetapi juga pada kekuatan ekonomi keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.

“Ketahanan ekonomi keluarga adalah fondasi ketahanan ekonomi daerah. Jika keluarga mampu mengelola keuangan dengan baik, terhindar dari jeratan utang dan investasi ilegal, maka stabilitas sosial dan ekonomi daerah juga akan semakin kuat,” ujarnya.

Muktamar Hamdi juga mendorong agar kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, lembaga perbankan, serta organisasi kemasyarakatan terus diperkuat guna memperluas jangkauan literasi keuangan hingga ke tingkat desa dan komunitas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Provinsi Jambi semakin bijak dalam mengelola keuangan, cerdas dalam memilih instrumen investasi, serta waspada terhadap berbagai modus aktivitas keuangan ilegal.

Dengan semangat Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tahun 2026, TP-PKK Provinsi Jambi menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor penggerak edukasi dan pemberdayaan keluarga demi terwujudnya masyarakat Jambi yang cerdas, mandiri, dan sejahtera. 

Terkini