Pengamat Nilai Penguatan Pengawasan Kredit Bank Jambi Berjalan Positif

Rabu, 20 Mei 2026 | 09:08:45 WIB

Gemilangpos.com, Jambi – Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kualitas pembiayaan perbankan daerah, sejumlah pengamat menilai kondisi tersebut perlu disikapi secara proporsional dan berdasarkan prinsip-prinsip industri perbankan yang sehat.

Pengamat perbankan, Laila Farhat, menilai dinamika kredit bermasalah merupakan bagian dari siklus bisnis perbankan yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi makro, kemampuan usaha debitur, hingga ekspansi pembiayaan sektor produktif yang memang memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibanding sektor konsumtif.

Menurutnya, langkah penguatan sistem pengawasan kredit yang dilakukan Bank Jambi sejauh ini sudah berjalan cukup baik dan terus mengalami pembenahan mengikuti tuntutan tata kelola perbankan modern.

“Bank pembangunan daerah memiliki karakteristik berbeda karena sebagian besar pembiayaannya menyasar sektor produktif dan UMKM yang memang memiliki risiko lebih tinggi dibanding kredit konsumtif. Karena itu, yang paling penting adalah bagaimana sistem mitigasi risiko dan recovery kredit terus diperkuat,” ujar Laila Farhat di Jambi, 19 April 2026.

Ia menjelaskan, dalam industri perbankan, kualitas aset dan kredit tidak bisa dilepaskan dari kondisi sektor riil yang menjadi basis pembiayaan bank daerah. Karena itu, ukuran kesehatan bank tidak hanya dilihat dari ada atau tidaknya kredit bermasalah.

Menurutnya, indikator penting lainnya adalah kemampuan manajemen dalam menjaga kualitas aset, pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), stabilitas likuiditas, hingga kecukupan modal sesuai ketentuan regulator.

Laila juga menilai langkah Bank Jambi dalam memperkuat monitoring kredit, evaluasi debitur, serta pembenahan pengawasan internal merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas pembiayaan agar tetap sehat dan terkendali.

“Dalam praktik perbankan, tidak realistis jika ekspansi kredit besar tanpa risiko. Yang terpenting adalah kontrol risiko berjalan, recovery system diperkuat, dan manajemen tetap menjaga prinsip prudential banking,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan publik untuk melihat peran strategis bank daerah dalam menopang pertumbuhan ekonomi regional, termasuk mendukung pembiayaan UMKM, perdagangan, dan aktivitas ekonomi masyarakat di Provinsi Jambi.

Laila menambahkan, seluruh bank di Indonesia tetap berada dalam pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga proses penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kualitas kredit akan terus berjalan secara berkelanjutan.

“Pengawasan regulator tetap berjalan. Karena itu, upaya perbaikan sistem dan penguatan kualitas kredit di perbankan daerah akan terus dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan,” tutupnya.

Terkini