Bermain Hujan Berujung Duka, Bocah 7 Tahun di Jambi Ditemukan Tewas Terseret Arus Parit

Kamis, 21 Mei 2026 | 09:31:39 WIB

Gemilangpos.com, Jambi – Suasana duka menyelimuti warga Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun bernama Rafa, yang sebelumnya dilaporkan hanyut saat bermain hujan, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan pada Kamis (21/5) pagi.

Peristiwa tragis tersebut bermula pada Rabu (20/5) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat hujan deras mengguyur kawasan Paal Merah, Rafa diketahui tengah bermain hujan bersama teman-temannya di sekitar lingkungan rumah. Namun nahas, derasnya aliran air di parit yang meluap membuat korban tergelincir dan terseret arus hingga tenggelam.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya melakukan pencarian dan melaporkan insiden tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Jambi. Mendapat informasi itu, Tim Rescue SAR Jambi segera bergerak menuju lokasi kejadian di Kecamatan Paal Merah II dengan waktu tempuh sekitar 20 menit dari kantor.

“Kami menerima informasi dari warga pada sore hari dan langsung menerjunkan tim rescue untuk melakukan upaya pencarian awal bersama unsur terkait,” ujar Kepala Kantor SAR Jambi.

Pencarian sempat dilakukan hingga sore hari, namun korban belum berhasil ditemukan. Operasi SAR kemudian dilanjutkan pada Kamis pagi sejak pukul 05.30 WIB.

Sebanyak 12 personel dari Kantor SAR Jambi bersama unsur gabungan yang terdiri dari Brimob Polda Jambi, Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPBD, serta masyarakat setempat melakukan penyisiran manual di sepanjang aliran parit dan sungai kecil sekitar lokasi kejadian.

Di tengah kondisi cuaca berawan, upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 07.19 WIB, korban berhasil ditemukan sekitar 2,5 kilometer dari lokasi awal hanyut dalam kondisi meninggal dunia.

Tim SAR Gabungan langsung melakukan proses evakuasi sebelum menyerahkan jenazah Rafa kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.

Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR resmi diusulkan ditutup pada pukul 08.00 WIB. Seluruh personel dan peralatan yang digunakan dalam operasi, seperti rescue car, motor trail, dan perlengkapan evakuasi, kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat cuaca ekstrem dan hujan deras, terutama di area yang dekat dengan aliran air dan parit yang berpotensi membahayakan.

Terkini