Pengamat: Kepercayaan Masyarakat terhadap Bank Jambi Tetap Tinggi Pascaserangan Siber

Jumat, 22 Mei 2026 | 11:30:00 WIB

Gemilangpos.com, Jambi – Pengamat perbankan, Laila Farhat, menilai tingkat kepercayaan pasar atau market confidence terhadap Bank Jambi masih tetap tinggi meski sempat mengalami gangguan layanan akibat serangan siber beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kondisi fundamental perbankan Bank Jambi hingga kini masih berada dalam situasi yang stabil dan terjaga. Hal itu terlihat dari tetap normalnya aktivitas transaksi masyarakat serta tidak adanya gejala penarikan dana besar-besaran atau rush money.

“Secara indikator perbankan, Bank Jambi masih menunjukkan market confidence yang cukup baik. Tidak terlihat adanya gejala rush money, aktivitas transaksi masyarakat tetap berjalan, dan fungsi intermediasi bank masih terjaga,” ujar Laila Farhat, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, gangguan sistem digital akibat ancaman siber merupakan risiko yang dapat terjadi pada berbagai lembaga keuangan, baik bank daerah maupun bank berskala nasional dan internasional. Namun, yang menjadi ukuran utama adalah kemampuan institusi dalam menjaga stabilitas operasional, likuiditas, serta kepercayaan nasabah setelah insiden terjadi.

Menurut Laila, kepercayaan masyarakat terhadap Bank Jambi tetap kuat karena bank daerah tersebut memiliki basis nasabah yang loyal dan terhubung langsung dengan ekosistem ekonomi daerah, mulai dari ASN, pelaku UMKM, pemerintah daerah hingga sektor perdagangan lokal.

Ia juga menilai langkah percepatan pemulihan layanan atau recovery system yang dilakukan manajemen menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas psikologis pasar. Selain itu, penguatan sistem keamanan digital dan mitigasi risiko teknologi informasi dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan layanan perbankan.

“Dalam perspektif manajemen risiko perbankan, kemampuan melakukan business continuity plan dan recovery layanan secara cepat menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal masih berjalan,” katanya.

Laila menegaskan, kesehatan perbankan tidak hanya diukur dari adanya gangguan teknis sesaat, melainkan dari kemampuan bank menjaga indikator utama seperti stabilitas Dana Pihak Ketiga (DPK), rasio kecukupan modal, kualitas aset, dan keberlangsungan layanan kepada nasabah.

Menurutnya, momentum ini justru dapat menjadi titik evaluasi bagi penguatan transformasi digital Bank Jambi agar lebih adaptif menghadapi tantangan keamanan siber di masa mendatang.

“Ke depan, penguatan cyber security, tata kelola teknologi informasi, dan peningkatan kapasitas SDM digital menjadi kebutuhan utama industri perbankan. Selama fundamental tetap kuat dan kepercayaan masyarakat terjaga, maka Bank Jambi akan tetap menjadi rujukan utama masyarakat daerah,” tandasnya.

Terkini