Ringankan Beban Korban Bencana, Gubernur Al Haris Salurkan 10,189 Ton Beras Cadangan untuk Warga Terdampak

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:21:05 WIB

Gemilangpos.com, Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., secara simbolis menyerahkan bantuan Beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Provinsi Jambi sebanyak 10,189 ton kepada korban banjir dan longsor di Kecamatan Batin VIII, Kabupaten Sarolangun, Sabtu (13/6/2026).

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Batin VIII, Pauh, dan Mandiangin sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan dampak bencana yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Jambi.

Turut mendampingi Gubernur Al Haris dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, Ketua DPRD Kabupaten Sarolangun, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Johansyah, S.E., M.E., Kepala Dinas Sosial, Dukcapil Provinsi Jambi Edi Kusmiran, Kepala BPBD Provinsi Jambi, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jambi Bustanul Aripin, S.E.

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menjelaskan bahwa usulan bantuan disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Sarolangun pada Mei 2026, setelah bencana banjir terjadi pada akhir April. Karena harus melalui proses administrasi dan verifikasi, penyaluran bantuan baru dapat direalisasikan pada Juni.

"Usulan Bupati itu di bulan Mei, banjir di akhir April, maka memang baru bisa diberikan di bulan Juni ini," ujar Al Haris.

Gubernur menegaskan bahwa penyaluran beras cadangan pemerintah dilakukan berdasarkan usulan dari pemerintah daerah setempat agar bantuan tepat sasaran.

"Ini yang pertama. Beras ini kita berikan memang ada usulan dari Bupati pada pemerintah provinsi. Prosesnya baru bisa kita kirim ke seluruh wilayah," katanya.

Menurut Al Haris, fungsi Cadangan Pangan Pemerintah tidak hanya diperuntukkan bagi kondisi bencana alam, tetapi juga dapat dimanfaatkan pada situasi non-bencana, seperti daerah rawan pangan maupun saat terjadi gejolak harga beras.

Ia juga menyoroti pentingnya ketersediaan stok beras di gudang Bulog. Di Kabupaten Sarolangun, stok beras Bulog mencapai sekitar 80 ton. Namun, distribusi sempat terkendala karena adanya kebutuhan adendum terkait harga dan administrasi pergudangan.

Untuk mempercepat distribusi di masa mendatang, Gubernur meminta pemerintah daerah memastikan kesiapan lahan untuk pembangunan gudang Bulog permanen di Sarolangun.

"Pastikan tanahnya dulu. Kalau sudah pasti, nanti kita akan mendorong percepatan pembangunan gudang Bulog di Sarolangun ini," tegasnya.

Gubernur juga mengungkapkan rencana distribusi cadangan beras yang tersisa sebanyak 36 ton. Dari jumlah tersebut, masing-masing 10 ton akan dikirim ke Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, sementara 10 ton lainnya dikembalikan ke gudang Sarolangun sebagai stok daerah. Langkah ini dilakukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih cepat.

Selain itu, Al Haris meminta DPRD bersama pemerintah daerah segera menyusun Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur penggunaan Cadangan Pangan Pemerintah. Dengan adanya regulasi tersebut, beras CPP dapat dimanfaatkan tidak hanya saat bencana alam, tetapi juga dalam kondisi darurat lainnya.

"Kalau ada perda, boleh digunakan tidak hanya untuk non-bencana. Jadi kalau bencana alam boleh, non-bencananya juga bisa, misalnya daerah rawan pangan atau saat harga naik," jelasnya.

Gubernur menegaskan bahwa cadangan beras yang dimiliki pemerintah harus segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Meski demikian, seluruh proses administrasi tetap harus dijalankan secara cermat agar penyaluran berlangsung aman dan akuntabel.

"Mohon maaf manakala pengiriman agak terlambat, karena prosesnya di kita ada dulu, biar lebih aman," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jambi atas bantuan logistik yang diberikan kepada masyarakat terdampak banjir di daerahnya.

Menurutnya, bantuan yang bersumber dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap warga yang sedang mengalami musibah.

"Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi perhatian Bapak Gubernur serta jajaran Dinas Ketahanan Pangan. Bantuan ini akan meringankan beban sekitar 6.000 jiwa di empat kecamatan yang saat ini menerima distribusi," ungkap Gerry.

Ia menambahkan, berdasarkan data sementara, masih terdapat tujuh kecamatan di Kabupaten Sarolangun yang terdampak banjir. Oleh karena itu, pihaknya berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Jambi dapat terus berlanjut agar masyarakat di wilayah lain juga memperoleh bantuan yang sama.

"Kami berharap ke depan Provinsi Jambi dapat memperluas jangkauan bantuan ke kecamatan-kecamatan lain yang terkena dampak," pungkasnya.

Terkini