Hoaks TKI Asal Bungo Dianiaya di Malaysia, Pemprov Jambi Minta Publik Jangan Mudah Percaya

Jumat, 19 Juni 2026 | 15:29:23 WIB

Gemilangpos.com, Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi membantah informasi yang beredar luas di media sosial mengenai seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Bungo yang disebut menjadi korban penganiayaan berat oleh majikannya di Malaysia.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi Jambi yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi, Drs. Ariansyah, M.E., menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta hasil penelusuran dan koordinasi bersama pihak-pihak terkait.

Menurut Ariansyah, perempuan yang disebut dalam unggahan viral tersebut bukan berasal dari Kabupaten Bungo sebagaimana yang ramai diberitakan. Karena itu, ia mengimbau masyarakat, termasuk insan pers, agar tidak terburu-buru menyebarluaskan informasi tanpa melalui proses verifikasi.

"Rekan-rekan jurnalis dan wartawan diharapkan selalu melakukan cek dan ricek terhadap sumber informasi, termasuk memverifikasi foto maupun video yang digunakan. Bisa saja itu merupakan berita lama atau hasil editan," ujar Ariansyah, Jumat (19/6/2026).

Ia menjelaskan, informasi mengenai pekerja migran Indonesia sebaiknya diperoleh dari lembaga resmi yang memiliki kewenangan, seperti Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), maupun Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi.

Menurutnya, langkah verifikasi sangat penting agar setiap informasi yang beredar benar-benar akurat, memiliki dasar yang jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bungo, Taufik Hidayat, juga memastikan bahwa informasi yang kembali beredar tersebut merupakan peristiwa lama. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Camat Rantau Pandan dan pihak keluarga, kasus tersebut terjadi sekitar dua tahun lalu.

Taufik menambahkan, perempuan yang bersangkutan saat ini telah kembali bekerja di Malaysia dan kondisinya tidak seperti yang digambarkan dalam unggahan yang kembali viral di media sosial.

"Ini merupakan berita lama sekitar dua tahun lalu. Yang bersangkutan saat ini sudah kembali bekerja di Malaysia," tegas Taufik.

Pemprov Jambi pun mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi, terutama yang berpotensi menimbulkan keresahan. Verifikasi terhadap sumber resmi menjadi langkah penting agar informasi yang beredar tetap akurat dan tidak menyesatkan publik.

Terkini