Gubernur Al Haris Apresiasi Penyerahan Murid Baru Secara Adat di SMAN 1 Muaro Jambi, Jadi Model Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal

Selasa, 21 Juli 2026 | 16:06:41 WIB

Gemilangpos.com, MuaroJambi – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan penyerahan murid baru Tahun Ajaran 2026/2027 secara adat yang digelar di SMA Negeri 1 Muaro Jambi, Selasa (21/7/2026). Menurutnya, tradisi tersebut merupakan inovasi pendidikan yang mampu memperkenalkan adat istiadat dan budaya Jambi kepada generasi muda sejak dini.

Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris mengaku bangga karena prosesi penyerahan murid baru secara adat tersebut kemungkinan menjadi yang pertama di Provinsi Jambi, bahkan berpotensi menjadi contoh bagi sekolah-sekolah di tingkat nasional.

"Ini salah satu metode pendidikan untuk mengenalkan karya-karya lokal daerah Jambi, yakni adat istiadat. Anak-anak yang baru masuk SMA harus sudah mengenal adat dan budaya Jambi. Ini menjadi nilai tambah yang sangat baik bagi sekolah, khususnya SMA Negeri 1 Muaro Jambi," ujar Al Haris.

Menurut Gubernur, pengenalan adat dan budaya sejak bangku sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus memperkuat identitas generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah, Al Haris mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi telah menyusun buku adat yang akan dijadikan modul pembelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah. Penyusunan buku tersebut melibatkan Lembaga Adat Melayu Jambi, kalangan perguruan tinggi, serta tim akademisi agar materi yang disajikan komprehensif dan sesuai dengan nilai-nilai budaya Jambi.

Selain itu, Pemprov Jambi juga tengah menyiapkan portal digital yang akan memudahkan sekolah mengakses materi muatan lokal sekaligus menjadi wadah berbagi praktik baik dalam penerapan pendidikan berbasis budaya.

"Portal ini nantinya menjadi sarana sekolah-sekolah mengakses materi muatan lokal dan menyiarkan praktik-praktik baik agar dapat diadopsi oleh sekolah lain," jelasnya.

Al Haris menegaskan, pemahaman terhadap adat istiadat akan membantu para pelajar memahami norma-norma kehidupan bermasyarakat, termasuk batasan dalam pergaulan sehari-hari.

"Anak-anak kita harus mengetahui mana yang sesuai adat dan mana yang tidak. Dengan begitu mereka memiliki pedoman dalam bersikap dan berperilaku," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti posisi strategis SMA Negeri 1 Muaro Jambi yang berada di kawasan pendidikan dan didukung infrastruktur transportasi yang terus berkembang. Ia menyampaikan rencana pembangunan jalan tol dan jembatan menuju Merlung sepanjang sekitar 67 kilometer yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas daerah, termasuk akses menuju pusat-pusat pendidikan.

Di hadapan para guru, Al Haris turut menyampaikan dukungannya terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan. Ia membuka peluang bagi tenaga pendidik untuk memperoleh apresiasi dari pemerintah daerah melalui pengangkatan sebagai tenaga pendidik penuh waktu berdasarkan kinerja dan evaluasi yang baik.

Saat diwawancarai usai kegiatan, Al Haris kembali menegaskan bahwa prosesi penyerahan murid baru secara adat memiliki makna penting dalam melestarikan norma dan budaya lokal. Menurutnya, tradisi yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai adat tetap hidup dan relevan sebagai bagian dari pendidikan karakter.

"Pemprov telah menyiapkan muatan lokal berupa pendidikan adat yang akan diajarkan di sekolah sebagai modul. Harapannya, sejak dini siswa memahami adat, norma, serta batasan-batasan sosial sesuai usia mereka. Dengan pemahaman itu, generasi muda diharapkan mampu menghindari pelanggaran norma dan membedakan perilaku yang pantas maupun tidak menurut adat setempat," pungkasnya.

Kegiatan penyerahan murid baru secara adat berlangsung khidmat dan dihadiri pejabat Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, tokoh adat, dewan guru, orang tua siswa, serta para pelajar.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Stop Judi Online dan IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme), serta deklarasi harga mati menolak dan menangkap keberadaan geng motor.

Melalui kegiatan tersebut, SMA Negeri 1 Muaro Jambi diharapkan menjadi pelopor penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Provinsi Jambi maupun Indonesia.

Terkini