Gemilangpos.com, Jambi - Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi memastikan operasional perbankan telah kembali berjalan normal setelah insiden peretasan yang sempat mengganggu sebagian layanan digital. Selain memulihkan layanan, Bank Jambi juga memperkuat sistem keamanan siber guna memberikan perlindungan maksimal terhadap dana dan data nasabah.
Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jambi yang bergerak cepat mengungkap kasus pembobolan dana nasabah melalui aksi peretasan.
Dalam pengungkapan tersebut, aparat kepolisian tidak hanya berhasil menangkap para tersangka, tetapi juga menyelamatkan dana nasabah senilai Rp18,9 miliar.
"Alhamdulillah, kami mengapresiasi gerak cepat Polda Jambi dalam mengungkap kasus ini dan menetapkan para tersangka pembobolan dana nasabah. Sinergi yang baik antara aparat penegak hukum dan Bank Jambi menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan serta kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan," ujar Khairul.
Ia menjelaskan, insiden siber yang terjadi sebelumnya memang sempat berdampak pada layanan digital, khususnya mobile banking. Namun, saat ini operasional di seluruh kantor cabang dan jaringan ATM telah kembali berjalan normal.
"Untuk pelayanan operasional di kantor maupun layanan ATM, alhamdulillah saat ini telah berjalan dengan baik. Kami juga terus melakukan tahapan pemulihan agar layanan mobile banking dapat kembali beroperasi secara optimal dengan tetap mengedepankan aspek keamanan," katanya.
Perkuat Keamanan Siber
Bank Jambi menegaskan proses pemulihan layanan digital dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan penguatan sistem keamanan. Langkah tersebut diambil untuk memastikan seluruh layanan kembali beroperasi secara aman dan andal.
Selain itu, perseroan juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem teknologi informasi, meningkatkan infrastruktur keamanan siber, serta memperkuat berbagai langkah mitigasi guna mengantisipasi potensi serangan siber di masa mendatang.
"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem keamanan digital serta menghadirkan layanan terbaik bagi seluruh nasabah. Mohon doa dan dukungan masyarakat agar Bank Jambi dapat terus memberikan pelayanan yang aman, terpercaya, dan menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi," tutur Khairul.
Pulihkan Kepercayaan Nasabah
Manajemen Bank Jambi menilai keberhasilan aparat kepolisian mengungkap kasus peretasan sekaligus menyelamatkan dana nasabah sebesar Rp18,9 miliar menjadi momentum penting untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap layanan perbankan.
Bank Jambi optimistis penangkapan para pelaku serta keberhasilan mengamankan sebagian besar dana hasil kejahatan akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk kembali memanfaatkan layanan Bank Jambi, baik melalui kantor cabang, ATM, maupun layanan digital yang saat ini masih dalam proses pemulihan bertahap.
Ke depan, Bank Jambi menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan memperkuat sistem keamanan siber demi melindungi kepentingan seluruh nasabah.
Di akhir pernyataannya, Khairul juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam pengungkapan kasus tersebut, di antaranya Polda Jambi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Indonesia Anti Scam Centre (IASC), serta seluruh pihak yang telah mendukung proses penyelidikan.
"Terima kasih kepada Polda Jambi, OJK, Bank Indonesia, IASC, dan semua pihak yang telah bekerja keras sehingga para tersangka pembobolan dana nasabah berhasil ditangkap. Sinergi ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga keamanan industri perbankan dan melindungi kepentingan masyarakat," pungkasnya.