Harga Anjlok, Gubernur Riau Akan Kumpulkan Asosiasi Pengusaha Sawit

By Redaksi 16 Mei 2022, 19:46:11 WIB Riau
Harga Anjlok, Gubernur Riau Akan Kumpulkan Asosiasi Pengusaha Sawit

Keterangan Gambar : Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi


Pekanbaru - Menyikapi anjloknya harga sawit atau tandan buah segar (TBS) di tingkat petani, besok (Selasa, 17/05/2022) pagi Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi menggelar rapat dengan perwakilan pengusaha kelapa sawit, asosiasi petani sawit dan pasak terkait.

"Besok pagi Pak Gubernur akan mengumpulkan semua pihak terkait, untuk mendengar dan mencari solusi setelah harga sawit jatuh di tingkat petani," ucap Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Ir Zulfadli usai diterima Gubri, di Kediaman Gubernur, Senin (16/05/2022) .

Seperti diketahui, harga sawit anjlok akibat larangan ekspor minyak sawit mentah (CPO) oleh Pemerintah Pusat.

Akibatnya, banyak petani sawit di Riau yang menjerit. Apalagi harganya turun drastis.

Selain perwakilan pengusaha sawit dan asosiasi petani sawit, Gubri juga mengundang pejabat Forkopimda dan bupati/walikota. "Semua stake holder terkait kita undang," sambung Zulfadli.

Sebelumnya, Pemprov Riau telah menerbitkan SE Gubri kepada seluruh bupati/walikota agar mengawal secara intensif proses penerapan harga pembelian TBS dan realisasi penerapan harga pembelian TBS di tingkat PKS.

Pemprov Riau bersama Pemkab/kota juga telah melakukan pengawasan dan pengawalan langsung ke lapangan dan menghimbau PKS untuk membeli TBS petani sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemprov Riau juga sejak lama telah mengeluarkan Pergubri No 77 Tahun 2020 yang mengatur tentang harga TBS. 

Pergubri ini diharapkan dapat melindungi petani sawit dari permainan harga oleh perusahaan PKS.

Presiden Respon Soal Sawit

Mencermati aspirasi dari daerah, termasuk Provinsi Riau, Presiden Jokowi dikabarkan juga akan menggelar rapat masalah terkait sawit besok.

Sesuai dengan undangan yang menyebar secara berantai di media sosial, bagian persidangan Setkab, menyebut bahwa Presiden Jokowi akan membahas masalah evaluasi kebijakan larangan ekspor CPO dalam rangka ketersediaan dan keterjangkauan minyak goreng.

President tidak saja akan didampingi oleh Wapres, tapi juga mengundang para menteri terkait dan nomor tinggi seperti Kapolri dan Kejagung. (Rps) 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Artikel

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Pilihan

Berita Populer

View all comments

Write a comment