Kisruh Harga TBS Rp3.500 Per-Kg, Pabrik Hanya Beli TBS Petani Rp1.000 Per-Kg

By Redaksi 06 Mei 2022, 20:37:56 WIB Riau
Kisruh Harga TBS Rp3.500 Per-Kg, Pabrik Hanya Beli TBS Petani Rp1.000 Per-Kg

GEMILANGPOS.COM Pekanbaru - Kisruh harga sawit TBS terjadi hampir di semua provinsi (22 Provinsi) telah berlangsung sejak tanggal 23 April, bertahan 1 hari Pidato Presiden Jokowi tentang serangan setelah ekspor Minyak Goreng Sawit (MGS) dan Bahan Bakunya. Namun lambatnya respon Kementerian terkait untuk mengantisipasi kisruh, terkhusus Kementerian Pertanian, semakin memperkeruh situasi.

Kegelisahan Petani Sawit ini oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Indragiri Hulu (Inhu)- Riau.

APKASINDO Inhu angkat bicara tentang anjloknya harga Tandan Buah Sawit (TBS) menjelang akhir april (24-30 April) lalu yang akan dilakukan sepihak oleh semua Pabrik PKS yang ada di Inhu.

Ketua Apkasindo Inhu, Emi Rosyadi SP, mengatakan, penurunan harga TBS petani itu dilakukan tanpa berdasarkan harga ketetapan yang di tetapkan oleh pemerintah melalui Dinas Perkebunan Provinsi Riau. Harusnya semua PKS Patuh terhadap Pergub Nomor 77 Tahun 2020, tentang Tataniaga TBS, tapi sebenarnya harga TBS kami malah hanya dihargai 30% dari harga yang ditetapkan oleh Disbun Riau.

"Kesabaran kami sudah habis, dan hari ini kami melaporkan secara resmi 5 PKS ke Polda Riau, dan menyusul 18 PKS lagi" ungkap Emi dihalaman Polda Riau (6/5/2022), bahkan juga mengadukan ke Bapak Presiden, Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO , Jend TNI (Purn) Dr Moeldoko, Satgas Pangan Nasional dan tentunya Ketum DPP APKASINDO di Jakarta, tegas Emi.

Emi Rosyadi, Tampak Disampingkan oleh nomor pengurus Apkasindo Inhu, penasehat hukum APKASINDO Inhu, Justin Panjaitan SH, MH, serta Tokoh Masyarakat dan ketua ketum DPH LAMR Kabupaten Inhu, Datuk Seri Marwan MR.

Kami mendapat laporan dan keluhan para petani sawit di Inhu, bahwa harga TBS mereka anjlok jauh dan potongan timbangan naik sampai 15 persen di PKS, laporan ini sudah berlangsung sejak 23 April lalu, namun kami terlebih dahulu melakukan telaah dilapangan dan berkordinasi ke DPW APKASINDO Riau , kata Emi Rosadi.

Dijelaskan Emi, dari harga penjualan TBS sebelum tanggal 22 April rata-rata masih Rp3.500-Rp.3.950 per-kilo gram, sejak tanggal 23 April langsung ambruk dan saat ini hanya dihargai Rp1.000-an per-kilo gram, harga TBS petani tidak manusiawi, padahal harga CPO dunia sedang melambung Rp.24.500 per-kilogram.

Situasi itu menurunkan harga TBS kelapa sawit oleh pabrik kelapa sawit, hampir merata dilakukan ditiap pabrik-pabrik PKS yang ada di Inhu.

Sementara dalam pengamatan kami bersama, bahwa harga TBS yang di tetapkan oleh pemerintah dengan berbagai indikator, tidak pernah turun, masih di atas Rp.3000 per kilogram. APKASINDO percaya dengan Pemerintah, dalam hal ini Disbun Riau ya, kalau katanya turun ya kami terima, kan ini tidak turun, masak kami diam saja", ujar Emi seraya menjelaskan catatan terakhirnya harga TBS yang ditetapkan Disbun Riau Periode 27 April-10 Mei adalah Rp .3.919 per kilogram.

APKASINDO Inhu juga sudah melakukan kordinasi dengan ketua DPW APKASINDO Riau, KH Suher, terkait data petani dan data harga TBS di setiap pabrik yang dicurigai.

Semantara itu, Ketua DPD APKASINDO Riau KH Suher, dihubungi bahwa DPD APKASINDO Inhu melaporkan pabrik PKS-PKS di Inhu. "Kami di APKASINDO Riau sudah melakukan evaluasi juga terhadap PKS-PKS di Inhu atas laporan petani tersebut ke APKASINDO Inhu, pabrik memang sangat keterlaluan membeli TBS Petani, khususnya Petani Swadaya. Bahkan akibat ulah PKS Pedagang Pengumpul (RAM,red), semua berpacu menurunkan harga TBS petani," jelas KH Suher.

APKASINDO Riau mohon kepada semua PKS-PKS di Inhu, dan pabrik di Riau pada umumnya, untuk melakukan pembelian TBS secara proporsional, jangan sepihak menurunkan harga. "Kami petani sawit jangan dijadikan tumbal untuk keuntungan lebih, ini sudah merampok namanya", kata Suher.

KH Suher menambahkan mohon ke bapak Kapolda Riau, untuk segera mengetahui laporan tersebut, ini untuk melihat petani, terkhusus di Riau, meskipun APKASINDO bahwa penurunan harga TBS petani juga terjadi di Provinsi lain. ***




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Artikel

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Pilihan

Berita Populer

View all comments

Write a comment