
Tim Tenaga Ahli (TAG) Gubernur Jambi dan jajaran direksi serta komisaris Bank Jambi mengadakan Diskusi Rabuan Series (DRS) di Mahligai 9 Building, kantor pusat Bank Jambi.
Kegiatan yang dilakukan pada hari Rabu (12/11/2025) ini bertujuan untuk ‘belanja masalah’ yang akan disampaikan langsung kepada Gubernur Jambi.
Dalam pertemuan itu, Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi MM, memaparkan secara rinci kinerja dan peran bank daerah tersebut dalam mendukung pembangunan Provinsi Jambi. Hadir mendampingi jajaran direksi Bank Jambi, termasuk Direktur Kredit & Syariah, Direktur Treasury Dana, IT dan Digital, Direktur Operasional, dan Direktur Kepatuhan.
Lalu hadir pula secara lengkap jajaran komisaris Bank Jambi. Yakni Komisaris Utama Dra. Emilia, ME.
Komisaris Independen Ansorullah SH., MH dan Rahayu SE., M.Sc., Ak., C.A.. Lalu Komisaris Non Independen, Agus Pirngadi S.Sos.
Tim TAG Jambi hadir lengkap dipimpin ketuanya, Syahrasaddin, beserta Ketua Pembina TAG Jambi Prof Ermaya, anggota TAG Dr Anton Apriantono, Prof Mukhtar Latief (hadir melalui Zoom). Kemudian hadir langsung anggota TAG yakni Prof Suandi, Dr Ridwansyah, Dr Agoes, Arpani MSi, Thamrin Bachri MSi, Yulfi Alfikri MAp, dan Muawwin MM.
Khairul membeberkan, kinerja keuangan Bank Jambi per September 2025 menunjukkan pertumbuhan yang impresif.
“Aset kita tumbuh 20,43 persen secara Year-on-Year (YoY),” papar Khairul di hadapan tim TAG.
Secara rinci, total aset Bank Jambi tercatat mencapai Rp 15.158.312. Pertumbuhan ini juga didukung oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 19,29 persen (YoY) , mencapai Rp 10.842.943.
Dari sisi penyaluran kredit, terjadi pertumbuhan 2,26 persen (YoY) , dengan total kredit disalurkan sebesar Rp 9.905.670. Bank Jambi juga berhasil membukukan Laba Bersih sebesar Rp 272.140 juta , atau tumbuh 3,56 persen (YoY).
Peran Bank Jambi sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi sorotan. Khairul menjelaskan bahwa kontribusi dividen Bank Jambi sangat signifikan bagi pemegang saham, yang mayoritas adalah pemerintah daerah.
“Untuk tahun 2024 saja, total dividen yang dibagikan adalah Rp 168,8 miliar,” ungkapnya.
Khusus untuk Pemda Provinsi Jambi, dividen yang diterima pada 2024 mencapai Rp 41,69 miliar dari setoran modal Rp 256,5 miliar.
Khairul menambahkan, rata-rata return penempatan modal di Bank Jambi mencapai 16,02 persen. “Ini jauh di atas rate bunga deposito yang hanya 3,5 persen,” tegasnya.
Dalam 10 tahun terakhir, total akumulasi dividen yang telah dibagikan kepada pemegang saham bahkan telah mencapai Rp 1,34 triliun. Selain itu, Bank Jambi juga telah menyalurkan total akumulasi CSR dalam 10 tahun sebesar Rp 59,39 miliar.
Sesuai visinya untuk berkontribusi nyata pada perekonomian Jambi, Bank Jambi menunjukkan fokus kuat pada UMKM. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan porsi penyaluran Kredit Produktif.
“Porsi kredit produktif terus kita tingkatkan, per September 2025 sudah mencapai 13,64 persen dari total kredit,” jelas Khairul.
Dukungan terhadap UMKM terlihat dari outstanding kredit UMKM yang terus menanjak, dari Rp 448 miliar pada 2020 menjadi Rp 1.091 miliar per September 2025.
Bank Jambi juga gencar menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Total realisasi penyaluran KUR dari 2016 hingga September 2025 telah menembus Rp 1,5 triliun. Sektor utamanya adalah pertanian, perburuan, dan kehutanan (66,94 persen) , serta perdagangan besar dan eceran (19,58 persen).
“Kami juga terus mendorong digitalisasi UMKM melalui E-Form pengajuan kredit online dan layanan Agen Bank 9 Jambi Laku Pandai,” tambahnya.
Ketua TAG Jambi, Syahrasaddin, menyambut baik paparan tersebut. Seluruh masukan dan data yang disampaikan akan dikaji oleh tim untuk kemudian dirumuskan sebagai bahan laporan dan rekomendasi kepada Gubernur Jambi.
Usai paparan, dilanjutkan dengan diskusi dan pendalaman masalah.Edian