Peringati HUT ke-63, Bank Jambi Gelar Bank Jambi Run 10K

Selasa, 20 Januari 2026

Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63, Bank Jambi menggelar kegiatan Bank Jambi Run 10K pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan berlangsung meriah dan diikuti peserta dari berbagai provinsi di Sumatra seperti Sumatra Utara, Riau, serta kabupaten dan kota di wilayah sekitar Provinsi Jambi.  

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi ajang kebersamaan untuk mempererat silaturami antara Bank Jambi dengan masyarakat hingga para nasabahnya di berbagai daerah. 

Bank Jambi Run 10K dilepas langsung oleh Direktur Utama Bank Jambi KHairul Suhairi, dan turut dihadiri Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, beserta jajaran Dewan Komisaris, Direksi Bank Jambi, serta unsur Forkopimda dan Pimpinan Instansi Vertikal.

Peringatan HUT ke-63 ini menjadi momentum refleksi, sekaligus penguatan komitmen Bank Jambi sebagai bank daerah yang terus tumbuh bersama masyarakat. Bank Jambi akan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui penguatan layanan digital, tanpa meninggalkan jati diri sebagai bank pembangunan daerah. 

Transformasi ini menjadi kunci agar Bank Jambi tetap relevan, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

"Alhamdulillah, ini adalah rangkaian budget Bank Jambi yang ke-83, dan hari ini adalah puncanya Bank Jambi RUN 10 Kilo, dan kami berharap ini menjadi event tahunan. Dan kita lihat peminatnya juga begitu banyak, ada yang dari luar provinsi juga, ada yang dari bima, ada yang dari Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Jakarta," ujar Direktur Utama Bank Jambi KHairul Suhairi.

KHairul berharap kegiatan ini dapat menjadi daya tarik pariwisata di Provinsi Jambi. Bank Jambi juga berkomitmen akan menjadi lebih dekat dan menjadi istimewa di tengah masyarakat. 

Saat ini, Bank Jambi telah menghadirkan layanan tarik tunai tanpa kartu atau cardless, serta pembukaan rekening secara digital melalui sistem online onboarding.

Selain itu, Bank Jambi juga tengah mengembangkan layanan tap cash sebagai bagian dari penguatan ekosistem transaksi non-tunai dan digitalisasi ekonomi daerah. Layanan ini diharapkan dapat terintegrasi secara optimal dengan sistem keuangan daerah, sehingga mendorong tata kelola keuangan publik yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel.