
Gemilangpos.com, Jambi – Bank Jambi bergerak cepat memulihkan layanan sekaligus memperkuat sistem keamanan pasca insiden peretasan yang sempat mengganggu operasional ATM dan mobile banking. Sejumlah langkah strategis kini disiapkan, mulai dari pembaruan sistem inti perbankan (core banking system) hingga pengaktifan kembali jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, menegaskan bahwa fokus utama saat ini tidak hanya pemulihan layanan, tetapi juga peningkatan kualitas sistem agar lebih aman dan andal bagi nasabah.
“Pemulihan berjalan, namun kami juga memastikan peningkatan sistem agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya di Jambi, Selasa.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pengaktifan sembilan unit ATM yang sebelumnya belum beroperasi. Mesin ATM tersebut berada di sejumlah kantor pemerintah kabupaten dan kota.
“Selama ini unitnya sudah ada, tetapi belum memiliki izin operasional. Sekarang izin sudah diajukan dan disetujui oleh otoritas,” jelasnya.
Tak hanya itu, Bank Jambi juga mulai mengoperasikan mesin perbankan mandiri jenis Cash Recycle Machine (CRM), yang memungkinkan nasabah melakukan setor dan tarik tunai dalam satu perangkat. Inovasi ini diharapkan dapat mempercepat layanan sekaligus mengurangi antrean di kantor cabang.
Untuk mendukung pemulihan layanan, Bank Jambi turut memperpanjang jam operasional kantor hingga pukul 20.00 WIB, dari sebelumnya hanya sampai pukul 16.00 WIB. Kebijakan ini telah diberlakukan sejak 20 April 2026 dan akan terus dievaluasi sesuai kebutuhan.
Di sisi teknologi, Bank Jambi tengah menjalani proses migrasi besar dengan meningkatkan core banking system dari versi 12 ke versi 24. Pembaruan ini bertujuan memenuhi standar terbaru regulator serta memperkuat sistem keamanan perbankan secara menyeluruh.
Saat ini, proses investigasi terkait insiden peretasan masih berlangsung. Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan bersama pihak kepolisian masih menunggu hasil audit forensik untuk mengungkap penyebab utama kejadian tersebut.
Khairul menyebutkan, rencana migrasi sistem yang sebelumnya ditargetkan rampung pada Mei terpaksa ditunda akibat insiden tersebut.
“Mudah-mudahan Juli atau Agustus kita sudah bisa beralih ke Core Banking System versi 24. Dari hasil forensik nanti kita akan mengetahui akar masalah sekaligus mendapatkan rekomendasi perbaikan,” pungkasnya.
Langkah-langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Bank Jambi tidak hanya fokus pada pemulihan, tetapi juga berupaya bangkit dengan sistem yang lebih modern, aman, dan siap menghadapi tantangan digital di masa depan.