
Gemilangpos.com, Jambi – Penunjukan Dr. H. Sudirman, S.H., M.H. sebagai Komisaris Utama Bank Jambi dinilai bukan sekadar pergantian posisi, melainkan langkah strategis dalam memperkuat arah transformasi dan tata kelola bank daerah tersebut.
Pengamat perbankan, Laila Farhat, S.E., M.M., menilai Sudirman memiliki kelayakan kuat untuk menduduki posisi tersebut, terutama jika dilihat dari kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri perbankan yang semakin kompleks dan dinamis.
Dalam analisisnya, Laila menyoroti kapasitas intelektual dan literasi keuangan Sudirman yang dinilai memadai untuk memahami berbagai aspek krusial dalam industri perbankan modern. Mulai dari dinamika regulasi, manajemen risiko, hingga penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), dinilai dapat dikuasai dengan baik.
“Posisi Komisaris Utama membutuhkan kemampuan oversight yang kuat terhadap arah kebijakan direksi, serta memastikan fungsi pengawasan berjalan efektif dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Laila.
Tak hanya itu, pengalaman panjang Sudirman di dunia birokrasi juga menjadi nilai tambah yang signifikan. Dalam konteks Bank Pembangunan Daerah (BPD), pemahaman terhadap kerangka kebijakan (policy framework), hubungan kelembagaan, serta sinkronisasi antara kepentingan bisnis dan agenda pembangunan daerah menjadi faktor penting.
Menurut Laila, karakteristik BPD seperti Bank Jambi memang menuntut figur yang mampu menjembatani kepentingan pemerintah daerah sebagai pemegang saham dengan kebutuhan profesionalisme bisnis perbankan.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa tantangan Bank Jambi ke depan tidak lagi sekadar ekspansi kredit, tetapi juga mencakup penguatan kerangka manajemen risiko, peningkatan kualitas aset, serta percepatan transformasi digital.
Dalam hal ini, peran Komisaris Utama menjadi sangat krusial untuk memastikan seluruh strategi bisnis tetap berada dalam koridor risiko yang terukur, sekaligus menjaga indikator kesehatan bank seperti Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Loan (NPL), dan efisiensi operasional (BOPO).
“Komisaris Utama harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan prinsip kehati-hatian. Tidak hanya mendorong ekspansi, tetapi juga memastikan kualitas pertumbuhan tetap terjaga,” jelasnya.
Selain aspek teknis, Laila juga menekankan pentingnya integritas, independensi, dan pola pikir tata kelola (governance mindset) dalam memperkuat kredibilitas lembaga perbankan daerah. Dengan kombinasi tersebut, Sudirman dinilai memiliki kapasitas untuk menjalankan fungsi check and balance secara optimal terhadap direksi.
Dengan berbagai pertimbangan itu, Laila Farhat optimistis kehadiran Sudirman sebagai Komisaris Utama akan membawa dampak positif bagi Bank Jambi, baik dalam memperkuat fungsi pengawasan, meningkatkan kepercayaan publik, maupun mendorong daya saing di tengah dinamika industri perbankan nasional.