Waspada Penipuan Digital, Tim Ahli Gubernur Jambi Imbau Masyarakat Jangan Percaya Pencatutan Nama Al Haris

Minggu, 10 Mei 2026

Gemilangpos.com, Jambi — Salah satu Tim Ahli Gubernur Jambi, Nanda Herlambang, mengimbau seluruh masyarakat Provinsi Jambi agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Gubernur Jambi, Al Haris, baik melalui komunikasi langsung maupun media digital.

Nanda menegaskan, masyarakat jangan mudah percaya apabila ada pihak-pihak tertentu yang mengaku dekat dengan Gubernur Jambi dan menawarkan jabatan, kelulusan ASN/PNS, bantuan, proyek, maupun kepentingan lainnya dengan meminta imbalan tertentu.

Menurutnya, saat ini mulai marak oknum yang memanfaatkan nama pejabat daerah demi memperoleh keuntungan pribadi dengan cara meyakinkan calon korban melalui pesan singkat, telepon, media sosial, hingga akun palsu.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah percaya apabila ada pihak yang mengaku dekat dengan Gubernur Jambi ataupun mengatasnamakan Bapak Gubernur untuk menjanjikan jabatan, kelulusan PNS, bantuan, ataupun proyek tertentu,” ujar Nanda Herlambang.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses pemerintahan memiliki mekanisme resmi, transparan, dan tidak dilakukan melalui jalur pribadi maupun praktik meminta sejumlah uang.

Selain itu, Nanda juga menyoroti semakin berkembangnya modus penipuan di era digital yang dinilai semakin canggih dan sulit dibedakan oleh masyarakat awam. Kemajuan teknologi, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), memungkinkan berbagai bentuk manipulasi dilakukan secara meyakinkan.

“Di era digital saat ini, masyarakat juga harus lebih berhati-hati karena foto, video, suara, bahkan percakapan dapat direkayasa menggunakan teknologi. Hal-hal seperti ini sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk meyakinkan calon korban,” tambahnya.

Ia menjelaskan, pelaku penipuan kini tidak hanya menggunakan pesan singkat atau panggilan telepon biasa, tetapi juga memanfaatkan media sosial, editan foto, rekaman suara, hingga video palsu yang dibuat seolah-olah asli.

Karena itu, masyarakat diminta agar selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi atau tawaran yang diterima, terutama yang mengatasnamakan pejabat pemerintah maupun instansi resmi.

“Jangan mudah terpancing, apalagi sampai menyerahkan uang ataupun data pribadi. Jika menemukan indikasi penipuan atau pencatutan nama pejabat daerah, segera laporkan kepada pihak berwenang,” tegasnya.

Himbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif agar masyarakat semakin waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang memanfaatkan nama pejabat daerah serta kecanggihan teknologi digital yang berkembang saat ini.