Festival Hutan Adat Jambi Resmi Dibuka, Sekda Sudirman Tegaskan Komitmen Wujudkan Nusantara Lestari

Rabu, 20 Mei 2026

Gemilangpos.com, Jambi - Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, secara resmi membuka Festival Hutan Adat Jambi bertema “Wujudkan UU Masyarakat Adat untuk Mencapai 1,4 Juta Hektar Hutan Adat Menuju Nusantara Lestari” di Pendopo Depan Kantor Gubernur Jambi, Selasa (19/5/2026).

Festival tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pemerintah terhadap pengakuan dan pengelolaan hutan adat yang berkelanjutan. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Andri Yushar Andria, perwakilan Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial, Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat Kementerian Kehutanan RI, serta Balai Perhutanan Sosial Kampar.

Dalam sambutan dan arahannya, Sekda Sudirman menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen mempercepat pengakuan hutan adat sebagai bagian dari target nasional. Menurutnya, keberadaan hutan adat terbukti efektif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat hukum adat.

“Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen mempercepat pengakuan hutan adat sebagai bagian dari target nasional, karena terbukti efektif menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat hukum adat,” tegas Sudirman.

Ia juga menilai, penetapan sejumlah kawasan hutan adat di Jambi menjadi bukti nyata bahwa masyarakat hukum adat memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan hidup.

“Penetapan hutan adat di Jambi menjadi bukti nyata bahwa masyarakat hukum adat adalah garda terdepan dalam menjaga lingkungan, sehingga harus diberikan ruang dan peran yang lebih kuat dalam pembangunan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Sudirman berharap Festival Hutan Adat mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, dan berbagai pihak terkait dalam mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

“Melalui momentum Festival Hutan Adat, kami mendorong sinergi semua pihak agar pengelolaan hutan adat semakin berkelanjutan, sekaligus memperkuat aspek ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat adat,” ujarnya.

Dalam sesi wawancara dengan awak media, Sudirman mengungkapkan bahwa perlombaan pengelolaan hutan adat yang digelar dalam festival tersebut merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Provinsi Jambi. Ia berharap kegiatan ini mampu menjadi motivasi bagi kepala desa dan pengelola hutan adat di berbagai daerah.

“Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi dalam memberikan semangat bagi para kepala desa serta para pengelola hutan adat. Mudah-mudahan ini bisa ditingkatkan ke tingkat nasional,” ungkapnya.

Sudirman juga optimistis festival tersebut akan melahirkan berbagai program dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat adat di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Andri Yushar Andria, menyampaikan bahwa Festival Hutan Adat merupakan langkah konkret dalam mempercepat pengakuan masyarakat adat serta mendukung target nasional 1,4 juta hektar hutan adat.

“Festival Hutan Adat ini menjadi langkah nyata mempercepat pengakuan masyarakat adat, sekaligus mendorong tercapainya target 1,4 juta hektar hutan adat sebagai bagian dari upaya mewujudkan nusantara yang lestari,” kata Andri.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi juga memberikan penghargaan kepada lembaga pengelola hutan adat terbaik tingkat provinsi sebagai bentuk apresiasi terhadap keberhasilan menjaga kelestarian hutan berbasis masyarakat adat.

Peringkat pertama diraih Lembaga Pengelola Hutan Adat Dusun Baru Pelepat, Kabupaten Bungo dengan nilai 93,7. Posisi kedua diraih Lembaga Pengelola Hutan Adat Hulu Air Lempur Lekuk Limo Puluh Tumbi, Kabupaten Kerinci dengan nilai 92,9. Sedangkan peringkat ketiga diraih Lembaga Pengelola Hutan Adat Rimbo Penghulu Depati Gento Rajo, Kabupaten Merangin dengan nilai 87,2.