Pengamat: KUR PMI Berpotensi Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Bank Jambi dan Dongkrak Ekonomi Daerah

Rabu, 22 Juli 2026

Gemilangpos.com, Jambi – Pengembangan skema Kredit Usaha Rakyat Pekerja Migran Indonesia (KUR PMI) dinilai berpotensi menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru bagi Bank Jambi. Selain memperluas portofolio pembiayaan, program tersebut juga diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian Provinsi Jambi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Pengamat perbankan Laila Farhat mengatakan, inovasi pembiayaan yang berorientasi pada pengembangan SDM perlu menjadi perhatian Bank Jambi di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja Indonesia yang kompetitif di pasar internasional.

Menurutnya, langkah Bank BJB yang menggandeng lembaga pelatihan kerja dalam penyaluran KUR PMI dapat menjadi referensi bagi Bank Jambi untuk mengembangkan skema serupa.

"Bank Jambi memiliki fondasi yang kuat sebagai Bank Pembangunan Daerah, baik dari sisi permodalan, jaringan layanan, maupun pengalaman dalam menyalurkan pembiayaan produktif kepada UMKM dan sektor-sektor prioritas. Modal ini menjadi kekuatan untuk mengembangkan pembiayaan KUR PMI," ujar Laila.

Ia menilai, pengembangan KUR PMI bukan sekadar memperluas penyaluran kredit, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak tenaga kerja yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar global.

"Ke depan, Bank Jambi memiliki peluang untuk memperluas portofolio pembiayaannya ke sektor pengembangan SDM melalui KUR PMI. Ini bukan hanya soal menyalurkan kredit, tetapi menciptakan investasi jangka panjang bagi kualitas tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.

Laila menjelaskan, Provinsi Jambi memiliki jumlah tenaga kerja usia produktif yang besar. Namun, banyak di antaranya masih terkendala akses pembiayaan untuk mengikuti pelatihan maupun program penempatan kerja ke luar negeri.

Dengan adanya dukungan pembiayaan yang terjangkau, semakin banyak generasi muda Jambi berkesempatan memperoleh pengalaman kerja internasional, meningkatkan pendapatan, sekaligus membawa pulang keterampilan dan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.

Lebih jauh, ia menilai manfaat KUR PMI tidak hanya dirasakan oleh penerima kredit. Dana remitansi yang dikirim para pekerja migran kepada keluarga di daerah akan meningkatkan daya beli masyarakat, mendorong konsumsi rumah tangga, hingga membuka peluang investasi dan usaha baru.

"Efek berganda dari remitansi inilah yang akan memperkuat roda perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Di sisi perbankan, diversifikasi pembiayaan melalui KUR PMI juga dinilai mampu memperluas basis nasabah produktif sekaligus memperkuat peran Bank Jambi sebagai agen pembangunan daerah. Dengan penerapan prinsip kehati-hatian, seleksi debitur yang ketat, serta kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga pelatihan, risiko pembiayaan dapat dikelola secara optimal.

"Perbankan saat ini dituntut tidak hanya mengejar pertumbuhan aset dan laba, tetapi juga menghasilkan dampak pembangunan. KUR PMI menjadi salah satu instrumen yang mampu menghubungkan tujuan bisnis dengan misi sosial, yakni mencetak SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat global," tutup Laila.