Soal Safari Ramadhan Gubri, Dheni Kurnia: Kalau Tak Ngerti, Tidak Usah Komentar!

By Redaksi 10 Apr 2022, 22:25:20 WIB Riau
Soal Safari Ramadhan Gubri, Dheni Kurnia: Kalau Tak Ngerti, Tidak Usah Komentar!

Keterangan Gambar : Penasihat Ahli Gubernur Riau Bidang Informasi dan Komunikasi H Dheni Kurnia


PEKANBARU - Kegiatan Safari Ramadhan yang dilakukan Gubernur Riau Syamsuar dan Wakil Gubernur Edi Natar Nasution masih terus "dinyinyirin" sejumlah pihak. Padahal tidak ada korelasinya antara kegiatan Safari Ramadhan dengan surat edaran (SE) Peraturan terkait ASN dan pejabat mengadakan kegiatan buka bersama. 

"Baca yang baik edaran itu. Kalau tidak ngerti, tidak usah komentar," lontar Penasihat Ahli Gubernur Riau Bidang Informasi dan Komunikasi H Dheni Kurnia, Minggu (10/4/2022).

Sebelumnya beberapa hari terakhir sejak Gubri Syamsuar mulai melakukan Safari Ramadhan bersama Wakil Gubernur Edy Natar Nasution ke berbagai pelosok Riau, terus dipersoalkan jumlah pihak.


Beberapa media terus "menggoreng" berita Safari Ramadhan Gubri yang dikaitkan dengan SE Gubernur Syamsuar Nomor 95/BKD/2022 tentang larangan mengadakan atau menghadiri kegiatan buka puasa bersama, sahur bersama, dan atau open house Idul Fitri 1443 H bagi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) ) dan non ASN pada masa pandemi Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Anggota DPRD Riau Mardianto Manan mempersoalkan kegiatan Safari Ramadhan Gubernur yang dinilai bertolak belakang dengan SE Gubri soal larangan ASN mengadakan buka puasa bersama. 

Karena itu Mardianto meminta agar SE tersebut, karena pertimbangannya di satu sisi Gubernur sendiri menggelar safari Ramadhan, sedangkan di sisi lain melarang ASN untuk berbuka bersama. Menurut Mardianto masih terjadi saat safari Ramadhan

Sebelumnya Rawa El Amady dalam kapasitasnya di media yang disebutkan sebagai Pengamat Kebijakan Publik, menilai apa yang dilakukan oleh Gubernur Riau Saat ini adalah bukti ketidakkonsistenan.

"Dia tidak konsisten dengan aturan yang Dia buat sendiri. Bagaimana orang lain mencontohnya, sedangkan dia yang buat aturan dia tidak melakukan. Mana mungkin masyarakat mau ikut," ujar Rawa El Amady seperti dikutip dari CAKAPLAH.com.

Penasihat Ahli Gubernur Dheni Kurnia meminta kepada semua pihak untuk tidak mengawasi sendiri SE Gubernur dan kemudian membenturkannya dengan kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilakukan Gubri Syamsuar lewat Safari Ramadhan. 

"Buka bersama boleh hadir jika bukan ASN atau boleh yang mengadakan. Yang tidak dikan pejabat dan ASN mengadakan buka bersama. Jangan lupa sendiri," tegas Dheni yang juga wartawan senior dan tokoh pers Riau tersebut. 

"Apalagi sekarang ini seiring dengan kegiatan setelah meredanya Covid-19, seluruh gubernur dan kepala daerah di tanah air juga melakukan Safari Ramadhan. Sudah dua tahun pemimpin daerah tidak bisa menemui masyarakat dalam kegiatan Safari Ramadhan karena pandemi Covid-19," tegas Dheni Kurnia. 

Menurut Dheni, ia juga sudah membahas hal itu dengan Gubernur Syamsuar. Menurut Gubri, kata Dheni, tidak ada safari ramadhan dan juga larangan pembatasan lagi. "Tak ado larangan safari romadhan dan tidak larangan larangan. Sekarang sholat berjemaahan shaf dirapatkan, dibolehkan. Makan berbuka (yang dimaksud dalam SE) di restoran, bukan dirumah KDH atau ASN. Semuanya tidak ada larangan. Tak mungkin berbuka di rumah orang tak boleh ," cetus Gubri Syamsuar seperti ditirukan Penasihat Ahli Dheni Kurnia. 

Jadi, tambah Dheni lagi, jangan asal bicara kalau tidak bisa memahami surat edaran. "Kalau tidak bisa memahami SE jangan asal bicara aja," tegas Dheni.

Menjemput Aspirasi Masyarakat, Sekretaris Fraksi Golkar di DPRD Riau Parisman Ihwan sebelumnya kepada media juga menjelaskan bahwa larangan kegiatan buka bersama yang dilakukan ASN tidak bisa disamakan dengan acara safari Ramadhan Gubernur ke daerah-daerah.

Karena apa yang dilakukan Gubernur Riau Syamsuar turun ke masyarakat adalah bagian dari cara silaturrahmi dan pertemuan aspirasi masyarakat.

"Cara pandang kita tentunya harus luas, safari ramadhan yang dilakukan kepala daerah (Gubernur), untuk mengajak masyarakat memperbanyak beribadah di bulan suci ini dan tentu saja berkumpul aspirasi masyarakat serta silaturrahmi dengan masyarakat,"ujar Parisman Ihwan.

Apa yang dilakukan Gubernur tersebut menurut Parisman sama halnya dengan yang dilakukan anggota DPRD Riau saat turun ke konstituen untuk bertemu aspirasi, pada saat reses beberapa waktu lalu.

"Sama halnya dengan anggota dewan yang bagus pak Mardianto Manan, saat turun ke konstituen atau masyarakat seperti reses yang melekat di anggota dewan, untuk bertemu aspirasi masyarakat di dapil,"ujar Parisman.

Parisman menambahkan, safari ramadhan yang dilakukan kepala daerah hanya untuk beribadah sholat tarawih saja dan menambahkan safari Ramadhan.

"Mari kita melihat dari semua sisi, tentunya apa yang dibuat oleh pak Gubernur juga sudah melalui proses dan pertimbangan yang matang, kita harus menghormati,"ujar Parisman sebagaimana dilansir Tribunnews. com. (**)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Artikel

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Pilihan

Berita Populer

View all comments

Write a comment