Logo GemilangPos.com

Al Haris Kerahkan 146 Personel Satgas Karhutla, Pemadaman di Kawasan Taman Nasional Dipercepat Lewat Udara

Al Haris Kerahkan 146 Personel Satgas Karhutla, Pemadaman di Kawasan Taman Nasional Dipercepat Lewat Udara

Gemilangpos.com, Jambi – Gubernur Jambi Al Haris melepas keberangkatan 146 personel Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi Tahun 2026 untuk mempercepat penanganan kebakaran di sejumlah titik kawasan taman nasional yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Pemberangkatan satgas berlangsung di Posko Udara Ex VIP Room Bandara Lama, Minggu (18/10/2026). Operasi gabungan ini melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Manggala Agni, serta instansi terkait lainnya, dengan dukungan transportasi udara dari TNI.

Gubernur Al Haris mengatakan, pengerahan personel melalui jalur udara merupakan langkah strategis untuk mempercepat proses pemadaman, terutama di wilayah hutan yang memiliki medan sulit dan tidak mudah dijangkau tim darat.

“Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada Panglima TNI yang telah mengirimkan pesawat untuk digunakan oleh tim satgas. Ada beberapa titik di kawasan taman nasional yang perlu segera kita tangani pemadamannya,” ujar Al Haris.

Ia menjelaskan, upaya pemadaman melalui jalur darat selama beberapa hari terakhir menghadapi kendala akibat kondisi medan. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jambi berkoordinasi dengan Panglima TNI dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperoleh dukungan udara.

Personel gabungan telah disiapkan bersama Korem dan Polda Jambi. Persiapan operasi juga mencakup penentuan titik pendaratan helikopter serta identifikasi sumber air yang akan digunakan untuk mendukung pemadaman di lapangan.

Menurut Al Haris, penyelamatan kawasan taman nasional menjadi prioritas karena hutan memiliki fungsi penting sebagai penyangga lingkungan, penyerap karbon, sekaligus habitat berbagai jenis satwa. Kebakaran juga berpotensi mengancam masyarakat yang tinggal dan berkebun di sekitar kawasan hutan.

“Ini hutan negara yang harus kita selamatkan. Hutan merupakan paru-paru kita bersama, termasuk habitat berbagai satwa yang harus kita lindungi. Kita berharap pengerahan satgas ini dapat mempercepat pemadaman api,” tegasnya.

Al Haris meminta seluruh personel menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan, serta mematuhi arahan pimpinan di lapangan. Ia menekankan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting agar operasi berjalan efektif tanpa mengabaikan keselamatan petugas.

Meski kondisi karhutla di Jambi dinilai relatif terkendali, Al Haris mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah selama musim kemarau. Pemerintah Provinsi Jambi tetap mengoptimalkan kesiapsiagaan melalui delapan posko penanganan karhutla dengan dukungan hampir 4.000 personel.

146 Personel Ditempatkan di Tiga Pos Penanganan

Berdasarkan data penanganan karhutla, sebanyak 146 personel disiapkan untuk mendukung operasi di tiga pos penanganan, yakni Pos Sungai Aur Tahura di Kabupaten Muaro Jambi, Pos Sungai Rengas, dan Pos Labuhan Pering.

Rinciannya, sebanyak 69 personel ditempatkan di Pos Sungai Aur Tahura, 37 personel di Pos Sungai Rengas, dan 40 personel di Pos Labuhan Pering.

Dukungan melalui jalur udara turut disiapkan untuk mempercepat mobilisasi personel menuju lokasi kebakaran. Di Pos Sungai Aur Tahura dan Pos Sungai Rengas, masing-masing disiapkan 30 personel udara yang terdiri atas unsur TNI, Polri, BPBD, dan Basarnas. Sementara itu, Pos Labuhan Pering mendapatkan dukungan 30 personel TNI melalui jalur udara.

Pengerahan tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pemadaman di titik-titik yang sulit dijangkau sekaligus mencegah api meluas ke kawasan hutan lainnya.

Kapolda Jambi Tekankan Kekompakan dan Sinergi

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Jambi Irjen Pol Drs. Widodo, S.H., M.H. menekankan pentingnya kekompakan dan sinergi seluruh personel yang terlibat dalam operasi penanganan karhutla.

Ia meminta setiap tim memastikan kesiapan personel serta memahami kondisi di lapangan sebelum melaksanakan tugas. Menurutnya, keberhasilan pemadaman tidak hanya ditentukan oleh jumlah personel, tetapi juga oleh koordinasi yang baik antarlembaga.

Kapolda juga mendorong pelibatan masyarakat setempat dalam penanganan kebakaran, sepanjang dilakukan secara aman dan mengikuti arahan petugas.

“Kita harus kompak karena ini tanggung jawab bersama. Apabila ada masyarakat di sekitar lokasi, ajak mereka untuk ikut berperan dalam upaya mengatasi kebakaran. Dengan sinergi yang baik, penanganan akan lebih efektif,” ujarnya.

Melalui operasi gabungan ini, Pemerintah Provinsi Jambi bersama TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berharap kebakaran di kawasan taman nasional dapat segera dikendalikan. Dengan demikian, kerusakan lingkungan, ancaman terhadap satwa, serta dampak asap bagi masyarakat dapat diminimalkan.

Pemerintah Provinsi Jambi juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api di kawasan hutan maupun lahan perkebunan.

Upaya penyelamatan hutan ini membutuhkan kerja bersama. Kecepatan petugas di lapangan, dukungan lintas sektor, dan kepedulian masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menjaga lingkungan Jambi tetap lestari.

Berita Pilihan

Index

Berita Lainnya

Index