Gemilangpos.com, Jambi – Dampak serangan siber yang menimpa Bank Jambi beberapa waktu lalu kian dirasakan masyarakat. Hingga Minggu (1/3/2026), layanan Mobile Banking dan mesin ATM masih dinonaktifkan secara total, memaksa ribuan nasabah menyerbu kantor cabang untuk bertransaksi secara manual.
Kondisi ini memicu keresahan, terutama bagi pelaku UMKM dan ibu rumah tangga. Rahwati, seorang pedagang takjil musiman, mengaku sangat kewalahan dengan sistem manual ini.
“Biasanya tinggal pakai mobile banking atau ke ATM. Sekarang kalau mau ambil modal jualan harus antre panjang sekali di kantor cabang. Sangat menyita waktu,” keluhnya saat ditemui di salah satu kantor cabang Bank Jambi.
Hal senada disampaikan Hartina, nasabah lainnya. Ia merasa was-was karena tidak bisa memantau saldo rekeningnya secara real-time pascainsiden hilangnya dana sejumlah nasabah akibat serangan siber tersebut.
Layanan ATM Bank Jambi
“Mau cek saldo saja harus ke kantor cabang. Kami minta segera diaktifkan kembali, apalagi ini sudah mendekati Lebaran, kebutuhan sedang banyak-banyaknya,” ujar Kiki, nasabah lain yang turut mendesak reaktivasi layanan.
Pihak manajemen Bank Jambi mengonfirmasi bahwa penonaktifan layanan digital ini merupakan langkah preventif sekaligus bagian dari prosedur pemulihan keamanan data.
Direktur Operasional Bank Jambi, Zulfikar, menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa membuka layanan digital karena masih menunggu hasil investigasi menyeluruh. “Layanan Mobile Banking dan ATM belum beroperasi karena kami masih menunggu hasil investigasi dari tim audit forensik terkait insiden siber kemarin. Kami ingin memastikan sistem benar-benar aman sebelum dibuka kembali,” jelas Zulfikar.
Hingga batas waktu yang belum ditentukan, Bank Jambi mengimbau nasabah untuk:
Melakukan penarikan dana dan setor tunai langsung di teller kantor cabang atau kantor cabang pembantu (KCP) terdekat.
Membawa identitas diri dan buku tabungan asli untuk verifikasi keamanan manual.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami terus mengupayakan yang terbaik agar layanan dapat segera normal kembali,” pungkas Zulfikar.